Inilah Asal Usul Penemuan Kopi Yang Layak Anda Ketahui

Blog Single

Kopi adalah bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tetapi, tahukah anda dari mana kopi berasal? Kami akan membawa Anda untuk memulai suatu perjalanan melalui tempat kopi berasal, dan menunjukkan kepada Anda bagaimana kopi ditanam, dipanen, diproses, diperdagangkan, dan disajikan dalam citarasa yang istimewa.

Cerita ihwal penemuan kopi terbilang sangat unik. Penemuan kopi pada awalnya berasal dari seorang penggembala kambing yang saat itu sedang mengamati kambing yang sedang makan buah sejenis beri (kopi berwarna merah).

Penggembala kambing tersebut melihat kambing tersebut mampu terjaga sampai malam, sedangkan dirinya sudah hampir terlelap tidur. Melihat hal tersebut, sang gembala itupun mulai mencoba buah kopi yang rasanya manis dan menimbulkan efek tertentu. Banyak pihak menilai, inilah asal mula kopi ditemukan oleh manusia sebagai makanan, yakni di Abyssinia, Afrika sekitar 1000 tahun lalu. 

Sudah menjadi fitrahnya manusia, makanan yang dimakan oleh hewan biasanya juga bisa dimakan oleh manusia. Karena itulah, biasanya penemuan makanan itu berasal dari pengalaman saat melihat hewan memakan sesuatu termasuk kopi. Barulah kemudian, buah kopi itu diambil biji - bijinya yang nantinya di bakar (roasting) untuk kemudian dijadikan bubuk kopi, dari bubuk kopi itulah, kopi kemudian diseduh menjadi minuman. 

Mengenai proses penyeduhan kopi, beberapa negara di dunia memiliki karakter dan budaya yang berbeda. Bahkan, di Indonesia, kita mengenal kopi luwak yang menyajikan kopi hasil fermentasi usus hewan. Kopi ini termasuk salah satu kopi terbaik di Indonesia, yang dijual dengan harga yang cukup mahal di beberapa negara di dunia. 

Kembali pada sejarahnya, kopi pada awalnya adalah minumannya para bangsawan. Sehingga, orang bisa tidak bisa menikmatinya karena harganya yang juga mahal pada saat itu. Seiring berubahnya zaman, kopi kemudian berkembang menjadi sebuah budaya di berbagai negara.

Seperti di Ethiopia misalnya, proses penyeduhan kopi biasanya dijadikan salah satu syarat prosesi pendewasaan seorang gadis. Kemudian di Italia, yang mengawali berbagai resep kopi populer seperti Cappucino, Coffee Latte, Espresso, dan lain sebagainya. 

Umumnya, peminum kopi menganggap kenikmatan kopi berasal dari keahlian meracik takaran kopi. Padahal menghasilkan kopi berkualitas memerlukan proses panjang. Bahkan, ketika takaran belum semodern sekarang ini. Seorang peminum kopi sejati menghitung biji-biji kopi untuk mendapat takaran yang sepadan dengan kondisi kejiwaan.

Misalkan, ketika ia membutuhkan secangkir kopi untuk membunuh rasa kantuk atau untuk mendatangkan ketenangan, maka hitungan biji-biji kopi akan disesuaikan jumlahnya. Meskipun Indonesia masuk sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia setelah Kolombia. Tetapi, konsumsi kopi belum begitu merata di seluruh Indonesia, hanya di beberapa daerah yang memang kental dengan budaya minum kopinya. 

Kondisi ini tentu saja menjadi tantangan bagi para pecinta dan pebisnis kopi, bagaimana menjadikan budaya minum kopi ini meluas hingga ke seluruh Indonesia. Apalagi, Indonesia termasuk salah satu negara penghasil kopi terbaik dunia. 

Beberapa kopi Indonesia yang terkenal diantaranya adalah Kopi Luwak, Kopi Sumatera (Aceh, Mandailing, Sidikalang, Padang, Lampung), Kopi Bali, Kopi Toraja, Kopi Jawa, Kopi Papua, Kopi Flores, dll. 

Dengan kekayaan tersebut, seharusnya kita lebih bangga dan mencintai kopi Indonesia. Jadi tidak heran, jika masyarakat Indonesia sejatinya tidak bisa terpisahkan dari kopi. Karena didalam secangkir kopi, ada karakter dan budaya bangsa ini yang terwakili dari cita rasa khas kopi Indonesia. 


Share this Post:

Related Posts:

Gratis Voucher
BrewersCoffee Shop Start Up