Ibu Menyusui Boleh Minum Kopi

Blog Single

Kopi boleh diminum oleh siapa saja, baik orang dewasa hingga anak-anak. Yang membedakan hanya seberapa banyak takaran yang diperbolehkan untuk tiap rentang usia. Lalu bagaimana dengan ibu menyusui? Ibu menyusui boleh minum kopi!

Ya, memang diperbolehkan hanya saja ada beberapa efek yang dikhawatirkan tak dapat ditahan oleh ibu yang sedang melakukan tugas mulia yaitu menyusui ini. Sebab, ibu menyusui diharuskan untuk menjaga kesehatan fisik dan psikis. Bila kesehatan psikis dan fisik terganggu maka kualitas dan kuantitas ASI akan terganggu. ASI yang baik dalam kuantitas dan kualitasnya akan membantu tumbuh kembang bayi.

Demi meningkatkan kuantitas dan kualitas dari ASI yang dihasilkan maka ibu yang sedang menyusui patut memperhatikan asupan, seperti makanan yang dapat melancarkan ASI dan tak mengganggu proses menyusui. Lalu kembali lagi apakah ibu menyusui boleh minum kopi mengingat banyak efek yang ditimbulkan setelah minum kopi.

Jawabannya masih sama, yaitu ibu menyusui tetap boleh minum kopi. tidak menutup kemungkinan bahwa wanita menyukai kopi layaknya kaum lelaki. Tetapi, ada hal yang perlu diperhatikan di sini. Jumlah yang dikonsumsi tidaklah boleh berlebihan dan dibatasi. Jika tidak maka ada hal yang dapat mengganggu ibu yang sedang menyusui tersebut yaitu:

Kesulitan beristirahat

Wanita yang menyukai kopi namun sedang menyusui patutnya mengurangi jumlah kopi yang ia minum. Hal ini dikarenakan kafein yang dikonsumsi memiliki sifat stimulan yaitu zat perangsang yang mengakibatkan tubuh jadi sulit untuk beristirahat dan malah menjadi lebih aktif. Tentu saja ibu menyusui yang kekurangan istirahat akan berdampak buruk bagi kesehatannya dan juga mempengaruhi produksi ASI.

Menurut pernyataan dari buku Breastfeeding : A Guide For the Medical Profession, secangkir kopi tidak akan berpengaruh pada ibu yang sedang menyusui juga bayinya. Namun, bila telah melibihi 6 cangkir maka kafein yang dikandung di dalam kopi akan berakumulasi dan mengganggu sistem pencernaan bayi juga membuat bayi menjadi rewel karena merasa tidak nyaman oleh kafein di dalam tubuhnya yang ia konsumsi melalui ibunya.

Mengganggu pencernaan bayi

Selain menganggu waktu istirahat ibu menyusui kafein juga menganggu sistem pencernaan bayi yang belum optimal. Penting untuk diketahui bahwa bukan hanya kopi yang mengandung kafein dan perlu dibatasi jumlah konsumsinya. Kafein juga ada di dalam teh, minuman bersoda juga dalam cokelat dan makanan lainnya. Maka dari itu mengkonsumsi makanan berkafein harus dibatasi jumlahnya. Jangan karena cokelat rasanya manis atau minuman soda rasanya enak sehingga ibu yang sedang menyusui tidak memperhatikan jumlahnya yang masuk ke dalam tubuh.

Mitos yang beredar di masyarakat mengenai kopi yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas ASI adalah salah. Penelitian membuktikan bahwa kopi yang dikonsumsi dalam batas wajar tidak berpengaruh pada ASI yang diberikan untuk bayi namun memang akan mempengaruhi kandungan zat besi pada ASI.

Jadi, ibu menyusui boleh minum kopi asal dalam batas wajar yaitu setengah sampai satu cangkir per hari. Hal ini juga berlaku pada ibu yang baru melahirkan agar mengurangi konsumsi kafein. Ingat Coffindo Lovers ! Di dalam minuman energi juga mengandung kafein jadi jangan berikan ibu yang baru melahirkan minuman energi dengan dalih untuk mengembalikan tenaganya yang terkuras karena baru bertarung nyawa.

Untuk ibu yang baru melahirkan jumlah asupan kopi harus lebih dikurangi lagi menjadi setengah cangkir atau beberapa sendok  saja agar kandungan kafein tidak mengganggu istirahat dan produksi ASI.

Pengetahuan ini sebaiknya diberikan pada sanak keluarga, sahabat juga suami agar bersama-sama menjaga kondisi ibu hamil, baru melahirkan juga yang sedang menyusui agar tidak berlebihan dalam mengkonsumsi kopi terutama kafein.

Sumber foto: kesehatan96.blogspot.com


Share this Post:

Related Posts:

Gratis Voucher
BrewersCoffee Shop Start Up