Budaya Ngopi di Swedia

Blog Single

Kopi menjadi minuman favorit di dunia selain teh. Di Italia,kopi disajikan bersama campuran susu dengan berbagai takaran, sebut saja cappuccinoyang hanya dimaksudkan diminum di pagi hari, sedangkan café latte dan espressoyang bisa dinikmati tanpa memandang waktu.

Sedangkan di Vietnam, minuman dari biji yang disangrai ini hadirdengan lapisan tebal susu kental manis atau kita biasa mengenalnya dengan VietnamDrip. Tak hanya Italia, hampir di semua bagian Eropa, kopi dikonsumsi sambilberdiri layaknya alkohol di sebuah bar namun kopi selalu ada di kafe-kafe yangtersebar hampir di pelosok Eropa, juga di Amerika Serikat.

Beda di Italia beda pula di Swedia, Swedia bangga memilikikebudayaan ngopinya sendiri hingga mereka memiliki sebuah buku baru yangdisebut Fika : The Art Of The SwedishCoffee Break, buku karya Anna Brones yang menerangkan bagaimana budayangopinya orang-orang Swedia. Tradisi minum kopi di Swedia merupakan tradisipenting yang berkembang bersama negara tersebut.

Fika (dibaca fee-ka)memiliki arti ‘minum kopi’, walau buku ini diberi nama Fika namun isinyamenjelaskan lebih daripada itu. Fika sendiri bagi orang Swedia sudah menjadikebiasaan layaknya sarapan di pagi hari, atau makan siang di tengah hari atausesuatu hal yang dilakukan oleh seseorang paling tidak sekali sehari. Menurutbuku ini fika sendiri berarti sebuah jadwal kerja, termasuk ke dalamperencanaan juga mengandung arti layaknya santai di akhir pekan.

Anna tak membuat buku itu sendirian, ia di bantu temannyaJohanna Kindvall, seorang ilustrator. Anna bertugas menulis buku tersebutsedangkan Johanna mengilustrasikannya ke dalam sebuah gambar. Keduanya jugamengembangkan resep. Dari kerja sama membuat buku tersebut, akhirnya baik Annadan Johanna menemukan esensi dari tradisi penting itu.

Kopi sudah seperti tradisi yang hadir sebagai temanmenyantap hidangan manis, namun tanpa camilan pun, menikmati secangkir kopiadalah hal biasa bagi mereka. Kopi selalu hadir setiap hari dan dinikmatisendiri atau bersama orang lain di tempat-tempat pilihan mereka sendiri, entahitu kafe, kantor atau bahkan di rumah. Fika memang mengandung banyak arti,namun hal utama dari fika adalah orang-orang Swedia menyediakan waktu khusushanya untuk menikmati secangkir kopi di hari-hari mereka. Waktu khusus ini jugadimaksudkan untuk memperpanjang waktu istirahat mereka.

Bahkan waktu yang disediakan untuk minum kopi ini diakuimenjadi sebuah hal penting di seluruh negeri, menurut mereka tradisi ini bisamenyatukan orang lain yang tak saling kenal atau memang sudah kenal untukmenjadi lebih akrab lagi.

Tak hanya menjelaskan tradisi ngopi di Swedia saja namunbuku fika juga membagikan beberapa resep makanan ringan klasik yang dapatdinikmati bersanding dengan saat minum kopi. Beberapa resep mengenalkan rotikayu manis, gandum cokelat, kue kapulaga, dan sandwich. Ada juga beberapa resepmakanan modern yaitu hazelnut kopi kue, tart almond, coklat stick, dan roti.

Dalam buku ini kita akan mengenal fika seakan sudahmengetahuinya sejak lama, ia terdengar begitu akrab, bahkan di dalam buku iniada satu bab khusus menerangkan bagaimana menikmati fika itu, saat roti kayumanis bersanding bukan bersama kopi namun dengan anggur merah. Uniknyapenjelasan–penjelasan di dalam buku fika disertai ilustrasi lucu milikJohanna, hal inilah yang membuat buku ini menarik sama dengan tradisi itusendiri.

Bagi mereka yang tinggal di New York mungkin esensi indahdari buku fika bisa mereka temui di Fika Café, kedai kopi Swedia-Amerika. Fikacafé sendiri bisa ditemui di berbagai lokasi di seluruh kota. Namun tidak denganIndonesia, Fika café belum hadir di sini. Tentunya deskripsi indah itu membuatkita sebagai pecinta kopi tertarik ingin menyicipi.

www.chokladkoppen.se


Share this Post:

Related Posts:

Gratis Voucher
BrewersCoffee Shop Start Up