7 Fakta Tentang Kopi Yang Patut Kamu Tahu

Blog Single

Kopi bisa menjadi lebih dari sekedar minuman ampuh penghilang rasa kantuk bagi beberapa orang. Orang-orang tersebut akan beranggapan bahwa tubuh tidak akan bekerja maksimal bila mendapat seseruput kopi. Maka tak heran bila kopi tumbuh menjadi sebuah kebutuhan disertai kecintaan penggemar setianya.

Seiring dengan semakin banyak penikmat kopi kala ini maka tak heran semakin banyak pula berbagai jenis kedai kopi semakin menjamur di kota-kota besar Indonesia, kopi kini semakin populer dan masuk ke bagian gaya hidup masyarakat modern.

Namun di balik segala hype yang muncul tentang kopi, banyak hal-hal yang mungkin belum diketahui seperti beberapa di bawah ini.

1. Beberapa negara sempat melarang kopi

Bila melihat kopi didapat dan dinikmati secara mudah saat ini agak sulit membayangkan betapa dulu mengkonsumsi kopi sempat dilarang. Ya, kopi dianggap mempengaruhi pikiran penikmatnya. Seperti di Mesir sebagai negara yang pertama kali melarang mengkonsumsi kopi karena dianggap dapat merangsang pikiran-pikiran radikal. Italia juga sempat melarang kopi dikonsumsi karena kopi dipercaya sebagai minuman menyesatkan.

Di abad ke 17, saat Raja Murad IV dari Dinasti Ottoman berkuasa, ia membuat sanksi pemukulan dan pembuangan ke laut bagi siapa saja yang berani mengkonsumsi kopi. Sedikit menyeramkan, namun kini kopi adalah minuman paling diminati.

2. Adenosinelah penghilang rasa kantuk dalam kopi, bukan Kafein.

Anggapan mengenai kafein dalam kopi sebagai zat penghilang rasa kantuk telah dipercaya oleh banyak orang. Ternyata salah!

Hal ini berkaitan dengan kinerja otak. Saat otak bekerja secara aktif, maka adenosine akan dilepaskan oleh neuron-neuron. Secara otomatis, adenosine akan dimonitor kadarnya oleh sistem saraf. Jika adenosine dirasa meningkat maka kinerja otak akan menurun sehingga rasa kantuk timbul. Kafein yang ada pada kopi hanya berperan sebagai pembantu yaitu kafein akan menempel pada reseptor adenosine, inilah yang emnyebabkan otak tidak dapat mendeteksi kadar adenosin sehingga konsentrasi dari otak untuk tetap melakukan aktivitas berfungsi secara maksimal.

3. Kopi adalah minuman paling populer di dunia

Jangan mengaku pecinta kopi kalau tidak tahu kopi adalah minuman paling populer di dunia (Sturbucks tidak termasuk ya!)

Tentu pecinta kopi tahu bahwa ada hampir 50 jenis kopi di dunia namun hanya 2 jenis saja yang paling populer digunakan sebagai produk komersil, yaitu Robusta dan Arabica.

Arabica adalah jenis kopi dengan ciri rasa yang lebih kaya dan aroma yang kuat. Kdar kafein dalam Arabica mencapai 50% lebih sedikit dari Robusta. Robusta sendiri memiliki ciri rasa lebih ringan dengan level acidity relatif rendah dibandingkan Arabica.

4. Istimewanya kopi tak bisa diproduksi oleh semua negara

Coba perhatikan ketika melakukan traveling, kota mana yang tidak memiliki kedai kopi? Rasanya hampir semua kota punya, baik franchise internasional maupun lokal.

Meski begitu, jangan berpikir bahwa kopi dapat diproduksi oleh semua negara. Kopi merupakan tumbuhan tropis dan hanya bisa di iklim tropis sebab pohon kopi membutuhkan cahaya matahari yang berlimpah untuk menghasilkan biji kopi yang berkualitas.

Umumnya, negara-negara penghasil kopi terbaik berada di lingkaran garis khatulistiwa dan mendapat julukan sebagai sabuk kopi, dan mari berbangga bahwa Indonesia menjadi salah satu negara pembentuk julukan tersebut. Dan Brazil mendapat predikat sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia.

5. Kopi Luwak bukanlah yang termahal

Berbagai akan muncul mengenai kopi apa yang paling mahal sebab selama ini kopi luwaklah yang dipercaya sebagai kopi termahal di dunia. Ternyata anggapan ini salah, Black Ivory dari Thailand adalah jenis kopi termahal di dunia.

Uniknya, baik Black Ivory maupun kopi luwak sama-sama menyertakan hewan dalam menghasilkan kualitas terbaiknya. Bila kopi luwak terbuat dari biji kopi yang dicerna oleh enzim pencernaan luwak maka Black Ivory terbuat dari enzim pencernaan gajah. Harganya juga fantastis, sekitar USD 1.100 per kilogramnya (14 juta rupiah) atau USD 50 (661 ribu rupiah) per cangkir.

6. Beda negara, beda cara menyeduhnya

Kopi dapat dinikmati tak hanya dengan menyeduhkan air panas ke atasnya namun dapat dinikmati melalui berbagai cara. Orang-orang di Italia suka menikmati kopi esspreso dengan menambahkan gula. Beda dengan orang-rang dari Mesir yang lebih menyukai kopi hitam murni tanpa tambahan apapun. Sedangkan orang-rang Austria suka menambahkan whipped cream di kopi yang mereka nikmati.

Beda Austria, beda pula dengan orang-orang di Meksiko yang menyukai kayu manis di dalam kopi mereka. Sedangkan cara paling unik mungkin adalah cara orang-orang Maroko dalam menikmati kopi. Mereka menambahkan merica ke dalam kopi mereka.

7. Tak hanya hitam, biji kopi  juga punya warna lain

Bila selama ini kita hanya kenal dengan biji kopi berwarna cokelat kehitaman karena biji kopi melewati proses pemanggangan maka ada warna lain dari biji kopi selain cokelat kehitaman. Seperti white Coffee yang belakangan populer dikonsumsi oleh kaum hawa karena lebih ringan dibanding kopi hitam.

Selain itu adapula jenis biji kopi baru yang belum terkenal yaitu biji kopi hijau. Sesuai dengan warnanya kopi ini berwarna hijau karena tidak melalui proses pemanggangan. Kopi hijau dipercaya dapat menurunkan berat badan lebih efektif dibanding dengan the hijau.

sumber gambar : http://www.innovativeos.com


Share this Post:

Related Posts:

Gratis Voucher
BrewersCoffee Shop Start Up